Tonton Videonya, Pelajari Matriksnya, Baca Bukunya

Sebagai praktisi pengadaan barang/jasa pemerintah, buku peraturan pengadaan barang/jasa merupakan salah satu senjata utama yang wajib dimiliki. Dengan berubahnya peraturan mengikuti perkembangan jaman dan kebijakan, maka buku yang tersedia juga harus mengikuti perubahan tersebut.

Salah satu perubahan besar pada aturan pengadaan adalah munculnya perubahan kedua Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Total ada 70 perubahan yang terjadi dalam Perpres Nomor 70 Tahun 2012.

Setelah mencoba mencari Buku Perpres 70 Tahun 2012, sebagian besar hanya memuat Perpres 70 Tahun 2012 itu sendiri tanpa menyandingkan dengan Perpres 54 Tahun 2010. Hal ini mengakibatkan banyak pasal yang tidak termuat dalam buku tersebut. Salah satu contohnya adalah dari Pasal 1 langsung melompat ke Pasal 7. Hal ini karena Pasal 2 hingga 6 tidak mengalami perubahan.

Hal ini tentu saja merepotkan apabila hendak membuka buku tersebut, karena harus membuka 2 buku sekaligus, yaitu buku Perpres 54 Tahun 2010 dan Perpres 70 Tahun 2012.

Continue reading

Posted in Pengadaan Barang/Jasa | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Perpres No. 84/2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa khusus Papua dan Papua Barat

Sebuah aturan baru saja dikeluarkan oleh Presiden Republik Indonesia yang berkaitan dengan pengadaan barang/jasa pemerintah setelah sebelumnya mengeluarkan perubahan kedua Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dalam bentuk Perpres 70 Tahun 2012. Aturan tersebut adalah Perpres Nomor 84 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dasar pemikiran dikeluarkannya Perpres ini adalah:

  1. Percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sesuai semangat Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 2011 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat
  2. Memberikan kesempatan dan peran yang lebih besar kepada orang asli Papua dalam pengadaan barang/jasa

Beberapa perubahan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Perubahannya adalah:

Continue Reading >>

Posted in Pengadaan Barang/Jasa | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Video Sosialisasi Perpres Nomor 70 Tahun 2012

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 sudah resmi berlaku sejak 1 Agustus 2012. Amat banyak perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan mengubah pola pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah saat ini.

Namun, disisi lain, sosialisasi yang telah dilaksanakan masih amat minim, apalagi dengan luasnya wilayah Indonesia serta amat banyaknya satuan kerja serta institusi pemerintah yang harus dijangkau melalui sosialisasi tersebut.

Mengacu kepada hal tersebut, setelah saya sebelumnya sudah membuat tulisan mengenai Perpres Nomor 70 Tahun 2012 serta matriks perbedaan antara Keppres Nomor 80 Tahun 2003, Perpres Nomor 54 Tahun 2010, dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012, maka pada tulisan kali ini saya memuat Video Sosialisasi Perpres Nomor 70 Tahun 2012.

Hal ini bertujuan untuk mempercepat penyebarluasan informasi mengenai Perpres Nomor 70 Tahun 2012 serta sebagai bahan awal apabila ada sosialisasi secara tatap muka yang dilaksanakan oleh LKPP atau berbagai institusi lainnya.

Karena durasi yang cukup panjang, maka video ini terbagi atas 4 bagian, yang terdiri atas 1 bagian pendahuluan dan 3 bagian matriks perbedaan antara Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dengan Perpres Nomor 70 Tahun 2012.

Selamat menyaksikan :)

 


Read more »

Posted in Pengadaan Barang/Jasa | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Harga Obat Generik Menkes Vs Harga Obat PT. Askes

oleh Husin Ansari

Obat merupakan bahan pelayanan kesehatan yang menentukan, terlebih bagi sebuah rumah sakit atau puskesmas. Obat adalah bahan atau paduan bahan-bahan yang digunakan untuk untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka menetapkan diagnosis pencegahan, pemulihan peningkatan kesehatan dan kontrasepsi termasuk produk-produk biologi .

Kebetulan dalam waktu yang bersamaan saya diminta untuk memproses pengadaan obat yang terdiri dari dua paket  yaitu  Obat Generik dan Obat Askes.

  1. 1.       Obat Generik

Obat Generik adalah  obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat di produksi oleh semua perusahaan  farmasi yang telah memenuhi syarat produksi tanpa perlu membayar royalti, yang umumnya menggunakan nama kandungan bahan aktif sebagai penamaan obatnya.

 2.       Obat Askes

Obat Askes adalah obat yang digunakan untuk melayani peserta Askes yang terdiri dari obat generik, obat bermerek dan obat paten. PT Askes menerapkan suatu kebijakan yaitu menetapkan suatu daftar obat-obatan dan plafon harga tertentu yang tercantum dalam Daftar Plafon Harga Obat (DPHO).

 DPHO adalah daftar harga obat dengan nama generik dan atau nama lain yang diberikan oleh pabrik yang memproduksi serta daftar harganya. Dengan adanya DPHO maka melindungi peserta Askes dari banyaknya item obat dan variasi harga yang relatif besar

Continue reading

Posted in Pengadaan Barang/Jasa | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Matriks Perpres No. 70 Tahun 2012 dan Perpres No. 54 Tahun 2010

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 bertujuan untuk mempercepat daya serap anggaran serta menghilangkan multi tafsir yang masih ada pada Perpres Nomor 54 Tahun 2010.

Karena sifatnya yang strategis, maka banyak perubahan yang ada dalam Perpres ini, baik yang bersifat perubahan, integrasi dari aturan lain, maupun penambahan aturan baru yang sebelumnya belum ada dalam Perpres 54 Tahun 2010.

Perpres 70 Tahun 2012 langsung dinyatakan berlaku sejak diundangkan, yang berarti sudah berlaku sejak tanggal 1 Agustus 2012.

Untuk lebih memahami perbedaan antara Perpres 70 Tahun 2012 dengan Perpres 54 Tahun 2010, maka saya telah menyusun matriks perbedaan antara Perpres No. 70 Tahun 2012, Perpres No. 54 Tahun 2010 serta Keppres No. 80 Tahun 2003.

Continue Reading >>

Posted in Pengadaan Barang/Jasa | Tagged , , , , , , , , , , | Comments Off

Perpres No. 70 Tahun 2012 – Perubahan Kedua atas Perpres No. 54 Tahun 2010

Akhirnya setelah tertunda beberapa bulan, yang direncanakan muncul pada bulan April 2012, pada tanggal 31 Juli 2012 Presiden menandatangani Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Perpres ini merupakan perubahan kedua yang sebelumnya telah didahului dengan Perpres Nomor 35 Tahun 2011 yang merupakan perubahan pertama.

Banyak perubahan mendasar yang terjadi pada Perpres ini dibandingkan dengan Perpres 35 Tahun 2011 yang hanya menambahkan 1 ayat mengenai penunjukan langsung pada Jasa Konsultansi.

Beberapa perubahan mendasar yang dilakukan adalah:

Continue Reading >>

Posted in Pengadaan Barang/Jasa | Tagged , , , , , | Comments Off

Dokumen Penawaran itu Rahasia?

Sebuah pertanyaan dan pernyataan menarik masuk melalui forum diskusi oleh seorang anggota pokja dan juga via japri oleh penyedia. Ini memicu keinginan untuk menelusuri lebih jauh. Pertanyaan dari pokja ini adalah bolehkah dokumen penawaran pemenang lelang diperlihatkan atau dipublikasikan kepada penyedia lain? Sedangkan pernyataan dari penyedia adalah kami berhak tahu dari sisi mana penyedia pemenang memiliki penawaran yang lebih baik dari kami. Ini sesuai dengan prinsip persaingan, terbuka dan transparansi!

Saya yakin dilapangan pasti lebih banyak argumen lain yang lebih hebat. Dan dari sisi Pokja tentu akan dilematis dan membingungkan. Continue reading →

Posted in Pengadaan Barang/Jasa | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gugur Jaminan Penawaran Asli?

Karena pertanyaan tentang jaminan penawaran asli ini sangat sering dipertanyakan, khususnya pengadaan yang menggunakan sistem elektronik atau eProcurement. Maka perlu dilengkapi artikel tentang jaminan selain (Apa Perlunya Jaminan Penawaran Asli? dan Apa Perlu Jaminan dalam Pengadaan?) yang menukik langsung pada problema jaminan penawaran dalam proses pemilihan penyedia.

Diakhir tulisan nanti akan coba dijawab pertanyaan rating tertinggi terkait jaminan penawaran asli yaitu :

  1. Apakah bagi penyedia yang tidak menyampaikan Jaminan Penawaran Asli hanya mengirimkan softcopy apakah bisa di gugurkan?
  2. Apabila penyedia tidak mengirimkan softcopy jaminan penawaran namun hanya mengirimkan jaminan penawaran asli sebelum batas akhir pemasukan penawaran apakah dapat digugurkan?
  3. Apakah Jaminan Penawaran yang hanya ditandatangani oleh pihak penerbit dapat digugurkan? Continue reading →
Posted in Pengadaan Barang/Jasa | Tagged , , , , | Leave a comment

Swakelola DAK Pendidikan Versus P54/2010

Swakelola DAK Pendidikan bertentangan dengan P54/2010,” demikian salah satu artikel berita online.Sejak artikel Waspada DAK Sekolah
terus terang potensi kontradiksi dua aturan, yang seharusnya saling melengkapi ini, menjadi bahan pelajaran yang menarik. Pertanyaan besar yang mesti terjawab adalah apakah benar memang bertentangan?

Dari beberapa kelas bimbingan teknis pengadaan barang/jasa, topik yang mengemuka dalam materi swakelola adalah swakelola dana alokasi khusus (DAK) Pendidikan. Patut dimaklumi bila DAK Pendidikan begitu lekat dengan swakelola. karena tahun 2012 ini DAK Pendidikan dikembalikan pada metode swakelola. Tahun sebelumnya yaitu 2011 DAK Pendidikan sempat diarahkan kepada proses pemilihan penyedia.

Kembalinya pengelolaan DAK Pendidikan kepada metode swakelola ini sendiri tidak begitu jelas penyebabnya. Dari berbagai informasi, yang berserakan didunia maya, alasannya adalah karena pelaksanaan tahun 2011 menyisakan berbagai masalah. Tentang ini tentu harus diklarifikasi, karena metode pemilihan penyedia baru satu tahun berlaku. Sebelum 2011 DAK Pendidikan dilaksanakan dengan swakelola juga dan bukannya tanpa masalah.

Continue reading →

Posted in Pengadaan Barang/Jasa | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tawar Menawar ala Eropa versus Kita

Perjalanan kesalah satu negara eropa tepatnya Italia, beberapa waktu yang lalu, memberikan banyak kesan dibenak saya. Salah satunya tentang procurement atau pengadaan. Yang sangat khas dalam nature transaksi perdagangan masyarakat Eropa adalah tentang transaksi. Pola tawar menawar bahkan ditingkat kelontongan orientasinya adalah pada kuantitas bukan pada harga. Setiap kali menawar satu barang maka harga satuan akan sangat sulit berubah, terlebih kalau hanya membeli satu unit barang. Menariknya begitu kuantitas bertambah barulah harga melunak, bahkan bisa saja turun sangat signifikan.

Berbeda dengan di tempat kita, Indonesia, harga benar-benar menjadi raja. Lihat saja transaksi pasar tradisional, pedagang sengaja menawarkan harga yang tinggi sejak awal dengan harapan dapat meraih keuntungan besar. Ketika negosiasi dimana pembeli sampai pada titik jenuh, barulah harga turun secara bertahap ketingkat rasional bahkan tidak jarang turun signifikan mendekati harga pokok. Continue reading →

Posted in Pengadaan Barang/Jasa, Umum | Tagged , , , , , | Leave a comment