Harga Obat Generik Menkes Vs Harga Obat PT. Askes

oleh Husin Ansari

Obat merupakan bahan pelayanan kesehatan yang menentukan, terlebih bagi sebuah rumah sakit atau puskesmas. Obat adalah bahan atau paduan bahan-bahan yang digunakan untuk untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka menetapkan diagnosis pencegahan, pemulihan peningkatan kesehatan dan kontrasepsi termasuk produk-produk biologi .

Kebetulan dalam waktu yang bersamaan saya diminta untuk memproses pengadaan obat yang terdiri dari dua paket  yaitu  Obat Generik dan Obat Askes.

  1. 1.       Obat Generik

Obat Generik adalah  obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat di produksi oleh semua perusahaan  farmasi yang telah memenuhi syarat produksi tanpa perlu membayar royalti, yang umumnya menggunakan nama kandungan bahan aktif sebagai penamaan obatnya.

 2.       Obat Askes

Obat Askes adalah obat yang digunakan untuk melayani peserta Askes yang terdiri dari obat generik, obat bermerek dan obat paten. PT Askes menerapkan suatu kebijakan yaitu menetapkan suatu daftar obat-obatan dan plafon harga tertentu yang tercantum dalam Daftar Plafon Harga Obat (DPHO).

 DPHO adalah daftar harga obat dengan nama generik dan atau nama lain yang diberikan oleh pabrik yang memproduksi serta daftar harganya. Dengan adanya DPHO maka melindungi peserta Askes dari banyaknya item obat dan variasi harga yang relatif besar

Dari kedua paket tersebut, obat Askes kami laksanakan melalui pelengan umum secara elektronik dan hasilnya tidak ada penyedia yang berminat. Dari analisa terhadap masing-masing obat, maka ditemukan harga yang berbeda cukup signifikan antara obat generik dan obat askes. Jika kita perbandingkan harga per item obatnya, maka harga obat generik dari PT. Askes lebih murah dibanding harga oabat generik yang ditetapkan oleh Menteri  Kesehatan dengan spesifikasi yang sama. Berikut ditampilkan perbandingan harganya :

No

Nama Obat

Harga Satuan Obat Askes

Harga Satuan Obat Generik  untuk Regional III

(%) Harga Obat Askes Terhadap Obat Generik

1.

Acyclovir 400 mg               345,00                    628,46                  55

2.

Acyclovir Krim 5% @ 5gr            2.100,00                 3.465,00                  61

3.

Alprazolam 0,5 mg               350,00                    643,50                  54

4.

Amoksisilin 125  mg / 5 ml  Syr            2.500,00                 4.070,00                  61

5.

Amoksisilin 500mg               242,00                    407,00                  59

6.

Ampicilin  1g Inj            3.712,00                 5.904,80                  63

7.

Antasida Doen  Syr @ 60 ml            2.625,00                 4.235,00                  62

8.

Antasida Doen  tab                  32,00                    178,20                  18

9.

Antihemoroid Supp            2.000,00                 2.200,00                  91

10.

Asam Folat 1 mg               110,00                       74,80               147

11.

Asam Mefenamat 500 mg               100,00                    193,60                  52

12.

Dekstromethorpan 10 mg Syr            1.600,00                 3.152,00                  51

13.

NaCl  0 , 9 % infus @ 500 ml            4.600,00                 5.390,00                  85

14.

Parasetamol 120 mg Syr @ 60 ml            1.500,00                 2.530,00                  59

15.

Parasetamol 500 mg                  72,00                    115,50                  62

16.

Parasetamol Drops            4.800,00                 5.808,00                  83

17.

Ringer Laktat infus @ 500 ml            4.800,00                 5.720,00                  84

Yang jadi pertanyaan adalah :

  1. Kenapa harga obat askes lebih murah dibanding  obat Generik yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan ?
  2. Kenapa Pengadaan Obat Generik bisa dilakukan Penunjukan Langsung sementara Obat Askes diluar SK Menkes harus melalui pelelangan umum ?
  3. Apakah memungkinkan untuk pengadaan obat dilakukan melalui  pelelangan itemized ?

Kenapa harga obat askes lebih murah dibanding  obat Generik yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan ?

Dalam penentuan harga obat, Komponen  yang perlu diperhatikan adalah biaya  produksi, administrasi, promosi dan distribusi. Komponen produksi berupa harga bahan baku, biaya proses pembuatan, pelabelan, pengemasan, dan pengendalian mutu, komponen administrasi terdiri dari pendaftaran obat.

Untuk komponen promosi  biayanya lebih besar karena perlu biaya iklan dan pendekatan ke user, dari beberapa sumber yang saya dapat bahwa komponen ini bisa mencapai 80% dari harga obat  dipasarkan, sedangkan komponen distribusi disesuaikan dengan jarak tempuh dan angkutan yang digunakan.

 Harga Obat Askes didasarkan pada Keputusan Direksi PT Askes (Persero) Nomor 0437/Kep/1111 tentang Daftar dan Plafon harga obat (DPHO) PT Askes (Persero) Edisi XXXI Priode Januari – Desember 2012.

 Harga obat generik dari PT.Askes lebih murah karena adanya kerjasama dengan pihak farmasi agar harga obat-obat yang ada dalam DPHO lebih rendah dari harga reguler, timbal baliknya bagi perusahaan farmasi adalah berkurangnya biaya promosi yang dikeluarkan serta adanya kepastian pembeli yaitu PT. Askes.

 Sedangkan untuk harga obat generik Tahun 2012 didasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan RI  Nomor 094/Menkes/SK/III/2012 tentang harga obat untuk pengadaan pemerintah tahun 2012, dimana harga tersebut merupakan harga patokan tertinggi untuk masing-masing regional.

 Kenapa Pengadaan Obat Generik bisa dilakukan Penunjukan Langsung sementara Obat Askes diluar SK Menkes harus melalui pelelangan umum ?

Pengadaan obat Generik dilakukan secara  Penunjukan Langsung sesuai dengan pasal  38  ayat 5 huruf d Peraturan Presiden No.54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah bahwa penunjukan langsung bisa dilakukan dengan ketentuan meliputi Pekerjaan pengadaan dan distribusi bahan obat, obat dari alat kesehatan habis pakai dalam rangka menjamin ketersediaaan obat untuk pelaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat yang jenis dan harganya telah ditetapkan oleh Menteri  yang bertanggungjawab dibidang kesehatan.

 Pada kenyataanya obat Askes yang tercantum dalam DPHO lebih murah dari harga pasaran dan harga yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, seharusnya kebijakan ini pelu ditinjau ulang sehingga memungkinkan dilakukan penunjukan langsung. Harapan kedepannya DPHO bisa dijadikan sumber pembuatan katalog elektonik (E-Catalogue) oleh LKPP.

 Dalam proses Penunjukan Langsung Obat Generik sebaiknya ULP  memperhatikan DPHO yang dikeluarkan PT.Askes sebagai bahan negosiasi dengan penyedia yang ditunjuk, sehingga diperoleh harga yang terbaik. Selain itu, pokja juga perlu mendasarkan kepada data survei harga obat yang ada di pasaran. Perlu diingat bahwa harga patokan dari Kementerian Kesehatan, merupakan harga patokan tertinggi, yang sampai saat ini mekanisme formulasi harganya masih belum relevan dengan harga pasar.

 Apakah memungkinkan untuk pengadaan obat dilakukan melalui  pelelangan itemized ?

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah menyebutkan bahwa kelompok kerja ULP dapat menetapkan hasil pemilihan langsung lebih dari 1 (satu) penyedia atau yang lebih dikenal dengan pelelangan itemized. Maksudnya adalah pelelangan dilakukan secara sekaligus tapi terdiri dari beberapa paket/sub paket. Jenis pelelangan ini sangat cocok untuk pengadaan obat non generik karena selama ini banyak ditemukan kendala di lapangan seperti banyaknya jenis obat yang dikeluarkan oleh masing-masing pabrikan. Penyedia bisa saja mengajukan penawaran untuk masing-masing item obat sesuai dengan barang yang di produksinya.

 Dari beberapa tulisan diatas maka dapat disimpulkan bahwa harga obat askes yang termasuk dalam DPHO lebih murah dibanding harga obat  generik yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, hal ini menjadi perhatian kita semua khususnya untuk pokja ULP dalam melakukan negosiasi harga. Disparitas harga ini bisa saja menimbulkan masalah dalam hal pemeriksaan oleh auditor, karena pengadaan yang dilakukan dengan jenis barang, spesifikasi dan waktu sama bisa menimbulkan harga yang berbeda. Selaku pokja ULP saya berharap agar juknis dan standar dokumen pengadaan pelelangan itemized bisa keluar dan terwujudnya katalog elektonik (E-Catalogue) untuk pengadaan obat.

This entry was posted in Pengadaan Barang/Jasa and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Harga Obat Generik Menkes Vs Harga Obat PT. Askes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>