Pengadaan Obat Penunjukan Langsung Atau Lelang Umum ?

PENGADAAN OBAT  PENUNJUKAN LANGSUNG ATAU LELANG UMUM ?

Berdasarkan Peraturan Presiden No.54 Tahun 2010 Pasal 38 tentang Penunjukan Langsung adalah :

(1) Penunjukan   Langsung   terhadap   1   (satu)   Penyedia  Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dapat dilakukan dalam hal:

a. keadaan tertentu; dan/atau

b.pengadaan Barang khusus/Pekerjaan Konstruksi khusus/ Jasa Lainnya yang bersifat khusus.

(2) Penunjukan Langsung  dilakukan  dengan  mengundang  1 (satu) Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang dinilai mampu melaksanakan pekerjaan  dan/atau memenuhi kualifikasi.

(3) Penunjukan  Langsung  dilakukan  dengan  negosiasi baik  teknis maupun  harga  sehingga  diperoleh  harga  yang  sesuai  dengan harga pasar             yang berlaku dan secara teknis  dapat  dipertanggungjawabkan.

 

(4) Kriteria keadaan tertentu yang  memungkinkan dilakukan Penunjukan Langsung terhadap Penyedia    Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa  Lainnya

(5)  Kriteria Barang khusus/Pekerjaan Konstruksi khusus/Jasa Lainnya  yang  bersifat  khusus  yang  memungkinkan  dilakukan Penunjukan   Langsung   sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1) huruf b, meliputi:

a.  Barang/Jasa Lainnya               berdasarkan         tarif  resmi  yang ditetapkan pemerintah;

b.Pekerjaan  Konstruksi   bangunan   yang  merupakan   satu kesatuan  sistem konstruksi dan satu kesatuan  tanggung jawab  atas  risiko kegagalalan bangunan yang secara keseluruhan tidakdapat   direncanakan/diperhitungkan sebelumnya (unforeseen condition);

c. Barang/Pekerjaan  Konstruksi/Jasa  Lainnya  yang  bersifat kompleks yang hanya dapat  dilaksanakan  dengan penggunaan  teknologi  khusus  dan  hanya  ada  1  (satu)Penyedia yang mampu;

d.  Pekerjaan Pengadaan dan distribusi bahan  obat, obat dan

alat  kesehatan  habis  pakai dalam  rangka menjamin ketersediaan        obat

untuk pelaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat yang jenis dan harganya telah  ditetapkan  oleh  Menteri  yang  bertanggung  jawab dibidang kesehatan;

Berdasarkan Data Dari www.ebizzasia.com  Focus Vol  II No.13 Edisi Desember 2003 – Januari 2004 bahwa Perusahaan Pedagang Besar Farmasi di Indonesia sampai Tahun 2004 sebanyak  2250 PBF   dan perusahaan tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia ini membuktikan bahwa begitu banyak perusahaan yang dapat mensuplai kebutuhan obat di setiap Dinas Kesehatan / Rumah Sakit di daerah di seluruh Indonesia.

Produsen Obat  di Indonesia sangat banyak, yang dapat memproduksi obat – obat generik untuk keperluan masyarakat data dari www.ebizzasia.com Focus Vol II No.13 Edisi Desember 2003 – Januari 2004 Pabrik Obat di Indonesia sebanyak 198 perusahaan .

Harga Obat Generik berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 094/MENKES/SK/II/2012 tentang Harga  Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012  dalam Surat Keputusan tersebut di jelaskan bahwa :

Diktum 1.  Harga Obat untuk pengadaan pemerintah  adalah harga obat per satuan Kemasan, sudah termasuk PPN 10 %

Diktum 4.  Harga Obat tersebut adalah Harga Patokan Tertinggi untuk pengadaan pemerintah.

Karena  harga yang ditetapkan Oleh Menteri Kesehatan adalah harga per satuan kemasan dan harga patokan tertinggi  maka apabila semakin banyak kebutuhan  obat yang banyak pasti akan muncul diskon.

Penujukan Langsung :

Bahwa dalam tahapan penunjukan langsung mengundang satu penyedia yang mampu, dengan banyak Perusahaan Pedagang Besar Farmasi yang ada, betapa sulitnya untuk menentukan satu perusahaan untuk di undang sebagai perusahaan yang dianggap  mampu melaksanakan pekerjaan pengadaan Obat Generik.

Pada Tahap Negosiasi Teknis dan Harga dengan tujuan untuk mendapatkan barang yang sesuai kebutuhan dengan harga sepadan / sesuai pasaran, pada tahap ini juga sangat sulit di ukur untuk mendapatkan harga sesuai pasaran, bahwa benar Menteri Kesehatan telah menetapkan Harga Patokan  Tertinggi untuk Pengadaan Pemerintah, tetapi perlu diingat bahwa harga tersebut hanya untuk harga per satuan kemasan,  tanpa menyebut jumlah kebutuhan di masing – masing instansi/ Rumah Sakit  atau daerah, apakah pada tahap negosiasi sebagai pejabat pengadaan tidak digoda diskon yang berlindung dengan Harga yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan.

Jenis Obat Generik  yang dibutuhkan di suatu daerah / rumah sakit sangat banyak jenisnya, yang tidak mungkin dipenuhi hanya oleh satu pabrikan / produsen, Pedagang Besar Farmasi Untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam rangka melaksanakan pekerjaan tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pabrikan atau produsen.

LELANG UMUM

Pengadaan Obat dengan lelang umum melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik  lebih pasti sesuai prinsip – prinsip Pengadaan

Dengan data diatas bahwa apabila di lakukan penunjukan langsung untuk pengadaan obat, apalagi yang nilainya besar  cenderung tidak memenuhi prinsip – prinsip pengadaan.

Suratmo

Trainer PBJ LKPP

This entry was posted in Pengadaan Barang/Jasa. Bookmark the permalink.

4 Responses to Pengadaan Obat Penunjukan Langsung Atau Lelang Umum ?

  1. A. Ardiansyah Hali says:

    mohon beda pendapat pak… saya kira pembahasannya kurang komprhensif jika tidak melihat bagaimana real produksi, distribusi dan pemakaian obat dilapangan pak, yang kami coba sampaikan bahwa obat itu ada generik, generik bermerek dan paten, generik umumnya diproduksi banyak perusahaan tapi tidak ada satu perusahaan yg memproduksi lengkap, yang bermerek dan paten pasti hanya diproduksi oleh 1 perusahaan, distributornya pun biasanya tunggal, jika mengambil resiko pelelangan dengan satu perusahaan dapat dipastikan harganya akan naik, keuntungan seperti penggantian barang sebelum kadaluarsa (garansi distributor resmi jadi hilang jika dipihak ketigakan), dan juga perencanaan penggunaan obat sangat sulit dilakukan, pasien yang datang setiap hari berbeda dengan penyakit berbeda, belum lagi pemilihan obat dokter yang sama dapat berubah-ubah tergantung detailer yang datang, apalagi jika terjadi penggantian dokter, ditambah lagi penyediaan anggaran obat tidak pernah diberikan sesuai dengan perencanaan, sehingga berdasarkan pengalaman dengan sistem lelang maka kerugian terbesar pemerintah terjadi biaya pembelian obat lebih mahal, diskon dari produsen hilang karena diambil oleh rekanan, tidak memungkinkan digunakan di Rumah sakit karena kebutuhan terkadang bersifat cito/segera sementara proses lelang butuh waktu beberapa minggu, barang kadaluarsa banyak karena tidak ada garansi penukaran jika pengadaan tidak melalui distributor utamanya, jika penunjukan langsung ke masing2 sole agent-nya maka keuntungannya :harga dapat lebih murah, diskon dapat maksimal, prosesnya cepat, minimal terhadap barang kadaluarsa karena ada garansi pengembalain jika obat menghampiri kadaluarsa, jadi menurut kami sudah tepat pepres 54 memberikan ruang penunjukan langsung bagi pengadaan dan distribusi obat dan alkes pakai habis apalagi hubungannya kekeselamatan dan nyawa masyarakat secara luas yang tidak dapat dinilai dengan materi..kelemahannya butuh pekerjaan ekstara ULP/pejabat pengadaan dan PPK karena banyak paket sesuai dengan distributor resminya dan perhitungan EOQ agar responsif terhadap kebutuhan real sehingga kejadian obat dibeli untuk dimusnahkan bisa diminimalisir, bahkan jika boleh kami usul obat-obat life saving dapat diberlakukan belanja langsung

  2. hasan says:

    mohon dikirimkan contoh proses evaluasi pengadaan langsung dan penunjukkan langsung untuk pengadaan barang, terimakash sebelumnya.

  3. SATRIA KINANTI says:

    Bila obat umum/non generik pengadaan dengan lelang umum, mencantumkan spec teknisnya bgmn ? Karena dalam lelang kita tidak boleh mengarah pada produk tertentu atau mencantumkan merk, padahal bila obat yang diadakan tidak sesuai obat yang tercantum pada formularium yg telah ditetapkan oleh para dokter {komite medis} maka obat tersebut tidak akan digunakan oleh para dokter, mohon penjelasan, terima kasih.

  4. Burhan says:

    Saya jadi bingung pak, harus bagaimana pengadaan obat untuk Rumah Sakit. mohon aturan yang pasti apakah Pengadaan Langsung atau Lelang umum. terimah kasih sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>